First Dayak International Conggress 2016

DAYAK-BONEO-Conggress

Majelis Adat Dayak Nasional akan menggelar Kongres Dayak Internasional I di Pontianak, Kalimantan Barat, Juli mendatang. Kongres itu digelar untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat di masa mendatang.

Ketua Panitia Kongres Dayak Internasional I Alexius Akim dalam jumpa pers, Kamis (1/6), mengatakan, kongres itu akan dilaksanakan pada 26-27 Juli. ”Kongres itu akan diikuti masyarakat Dayak Kalimantan, Malaysia, dan Brunei dari berbagai latar belakang agama,” ujar Akim.

Kongres tersebut intinya bertujuan supaya masyarakat Dayak di masa mendatang dapat menyelaraskan diri dengan perkembangan zaman. ”Kongres akan menjembatani masyarakat Dayak pada masa lalu dengan masa depan,” lanjutnya.

Presiden Majelis Adat Dayak Nasional Cornelis yang juga hadir dalam jumpa pers tersebut menuturkan, tema besar kongres ini adalah ”Merajut Benang-benang Peradaban Dayak dalam Struktur Zaman yang Dinamis”. Subtemanya secara khusus, ”Penguatan Peran Bangsa Dayak Menuju Epicentrum Pembangunan Sosial dan Budaya, Ekonomi, Bisnis, dan Keuangan”.

Kongres ini akan membicarakan bagaimana membangun kualitas sumber daya manusia masyarakat Dayak di masa depan. ”Bentuk kegiatannya berupa diskusi. Pembicara yang akan diundang adalah pembicara terkait dengan pembangunan sumber daya manusia,” ucap Cornelis.

Saling belajar

Dengan adanya acara itu, diharapkan ada tukar pikiran antarmasyarakat Dayak, baik di bidang ekonomi maupun pengembangan sumber daya manusia. ”Bisa dalam bentuk berbagi kisah sukses satu sama lain. Dengan demikian, bisa saling belajar supaya ada percepatan pembangunan sumber daya masyarakat Dayak,” kata Cornelis.

Cornelis menuturkan lebih lanjut, nanti juga akan dibahas bagaimana penataan masyarakat yang masih tinggal di kawasan hutan, baik melalui hutan produksi maupun hutan lindung. Sampai sekarang, masalah tersebut belum terselesaikan. Hasil dari kongres itu akan melahirkan rekomendasi kepada pemerintah.